Do you know ?? Aku menjadi stress akhir-akhir ini.
Pekerjaan yang semakin lama bukan semakin terbiasa, malah semakin terasa susah.
Ditambah lagi, aku belum menemukan seseorang yang tepat untuk diajak ngobrol.
Ngobrol disini dalam artian bukan hanya mengeluarkan suara dan kata-kata, tetapi lebih ke dalam arti talking for fun.
No more ketawa ngakak sampai perut keram, no more jokes, no more nongkrong sampe jam 12 malam. Rasanya seperti, "Ahh memang takdirku untuk sendirian kali yaa".
Pulang dari kantor rasanya seperti, "Buat apa pulang ke kontrakkan. Toh disana juga sendiri lagi". Karna si Koko juga jarang ada di kontrakkan. Fyi: Aku ngontrak berdua dengan Koko. Awalnya sih bertiga dengan Pak Eka, tapi karna suatu hal Pak Eka gak ngontrak lagi.
Berangkat ke kantor ?? Itu sama aja, mungkin sedikit lebih karna aku harus menjadi "orang lain" dan bukan diriku sendiri di kantor.
Banyak sih temen-temen yang ada di Surabaya, tapi rasanya susah buat nyamperin mereka. Mungkin mereka punya urusan masing-masing yang gabisa diganggu, yaa aku lebih takut di tolak sih sebenernya.
Ada juga temen-temen dari Jember yang mampir ke kontrakkan untuk singgah karna ada keperluan. Dan aku sangat senaaaaang mereka singgah kesini. Rasanya ada tujuan buat pulang ke kontrakkan, rasanya gak sendirian lagi, meskipun mereka singgah hanya beberapa hari sih.
Dan saat mereka pulang, dalam hati selalu bilang, "yaahh udah pulang, yaahh sendiri lagi".
Surabaya bagiku sudah menjadi lahan stres untukku, dan setelah aku tuai semua, aku kembali ke Jember untuk membuang segala ke-stres-an tersebut.
Seandainya disini aku punya teman ngobrol, mungkin gaakan se-stres ini.
Pada akhirnya, tiap minggu aku pulang ke Jember (yang awalnya 2 minggu sekali). Paling gak disana ada banyak orang yang bisa diajak "ngobrol". Mamaku, adikku, my gf, temen-temen. Ahh aku sayang kalian. Aku juga kangen kalian (dan akan terus selalu), meskipun tiap minggu ketemu tapi rasanya selalu kurang.
Mungkin gini ya rasanya merantau yang benar-benar merantau. Jauh dari siapa pun, sendirian, gaada temen ngobrol, yang ada cuma kerja-kerja-kerja-susah-kerja-kerja-kerja-sendirian-kerja-kerja-kerja-stres-kerja-kerja-kerja-dan kerja~
Bram.
