Hari ini aku belajar, sosok dewasa itu bukan semudah MENGULUR tali pada LAYANGAN, malah seperti MENARIKNYA PERLAHAN agar layangan TERBANG lebih tinggi dari sebelumnya.
Dewasa juga bisa menjadi BUMERANG. Saat kita katakan diri kita telah dewasa, kita akan dituntut TANGGUNG JAWAB lebih besar dan kita masih BELUM MAMPU memikul tanggung jawab itu.
Dewasa bukan menyalakan api ROKOK ke dalam mulut kita, bukan, bukan seperti itu.
Dewasa bukan menonjolkan PAYUDARA keluar dan menguploadnya di MEDIA SOSIAL.
Dewasa bukan berarti MENGEPALKAN TANGAN dan merebut sesuatu yang bukan milik kita, percayalah itu sangat KONYOL.
Dewasa bukan berarti TINDIKAN di kiri telinga atau sebaliknya ataupun keduanya.
Dewasa bukan berarti sudah tumbuh JENGGOT atau KUMIS.
Dewasa bukan berati telah mempunyai PENGHASILAN sendiri.
Dewasa bukan berarti kamu cukup umur dan MENIKAH, itu pun belum tentu disebut telah dewasa.
Dewasa bukan berarti MENGGURUI, menghina yang ALAY atau pun juga mendirikan group "AKU TELAH DEWASA".
Dewasa itu menyalakan api rokok dalam KONDISI TERBAIK, lihat kanan kiri apakah ada wanita atau ibu ibu bersama anaknya.
Dewasa itu menonjolkan AURANYA, bukan AURATNYA.
Dewasa itu MENG-IKHLAS-KAN sesuatu yang kita inginkan tapi tak didapatkan. Percayalah JODOH ada di tangan-Nya.
Dewasa itu berkelakuan baik, menjadi pribadi yang baik, disenangi setiap orang karena sikapmu.
Dewasa itu BERUSAHA untuk mampu membahagiakan orang di sekitarmu.
Dewasa itu DIAM. Diam melihat keadaan. ANGKAT BICARA jika diperlukan.
Dewasa dari diri kita, bukan "AKU TELAH DEWASA" tapi dari orang orang sekitarmu yang berkata "DIA TELAH DEWASA".
Bram.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar