Aku hidup di dunia dimana penduduknya hanya melihat penampilan dan tebalnya isi dompet.
Mereka sungguh mengagungkan kecantikkan dan ketampanan. Popularitas hal utama yang dicari.
Mereka berbondong bondong saling menjatuhkan untuk mendapatkan apa yang ingin mereka raih.
Tidak peduli itu teman, saudara bahkan darah dagingnya sendiri.
Mereka hanya tunduk kepada yang dirasa menakutkan, bukan kepada yang mereka cintai.
Sungguh kejam duniaku. Dikendalikan oleh televisi, internet, gadget, dan media media yang belum tentu kebenarannya.
Inilah potret duniaku...
(Jember, Maret 2014)
Bram.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar